SANGGAU, KALBAR — Cuaca buruk dan kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memicu kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi kualitas udara yang kian memburuk ini berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, termasuk bagi warga yang berdomisili di wilayah pedesaan seperti Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan data surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, lonjakan penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat sangat mengkhawatirkan. Dalam waktu singkat, terjadi penambahan ratusan kasus baru sehingga akumulasi penderita ISPA di Sanggau kini melambung tajam menembus angka 9.731 kasus.
Selain ancaman ISPA akibat kabut asap pekat, minimnya ketersediaan pasokan air bersih di musim kemarau juga memicu lonjakan penyakit diare yang mencatatkan penambahan lebih dari seratus pasien baru.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa paparan partikel asap karhutla dan keterbatasan air bersih menjadi kombinasi bahaya utama bagi ketahanan tubuh masyarakat saat ini. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi yang paling terancam terpapar penyakit pernapasan.
Imbauan Keselamatan untuk Warga Desa Semerangkai
Menanggapi situasi ini, masyarakat di seluruh wilayah Sanggau—khususnya warga Desa Semerangkai—diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dengan menjalankan langkah-langkah pencegahan berikut:
-
Gunakan Masker di Luar Rumah: Mengingat tingginya konsentrasi asap dan debu di udara, gunakan masker medis atau N95 saat berada di luar ruangan.
-
Batasi Aktivitas di Luar Ruangan: Kurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit riwayat pernapasan.
-
Bijak Penggunaan Air Clean/Bersih: Guna mengantisipasi wabah diare, pastikan air minum dimasak hingga benar-benar mendidih dan jaga kebersihan makanan.
-
Konsumsi Makanan Bergizi: Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan perbanyak minum air putih.
-
Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan: Apabila mengalami gejala sesak napas, batuk berkepanjangan, atau gangguan pencernaan, warga diminta segera mengunjungi Puskesmas atau pos kesehatan terdekat.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya menanggulangi titik api di sejumlah kecamatan serta menyalurkan bantuan kesehatan guna meminimalisir dampak kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Barat.